Kebutuhan-Kebutuhan Untuk Membangun Pendidikan Indonesia

Kebutuhan-Kebutuhan Untuk Membangun Pendidikan Indonesia – Pendidikan sangat penting di era globalisasi bahkan sudah menjadi bagian dari kebutuhan dasar setiap orang.Karena orang yang berpendidikan dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Pendidikan juga merupakan salah satu faktor pendukung pembangunan negara, dan tingkat pendidikan yang tinggi memungkinkan negara menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berpartisipasi dalam pembangunan negara.

Menurut Martinus Tukiran (2020:133), semakin tinggi mutu pendidikan di suatu negara, maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dapat maju dan membanggakan negara.

 Bahkan, ada negara-negara di mana hak atas pendidikan masih belum terpenuhi.

Padahal pendidikan adalah hak setiap warga negara.

Di Indonesia, hal ini diatur dalam Pasal 31 (1) UUD 1945, yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas pendidikan.

Namun, selama ini anak-anak di banyak negara tidak mendapatkan pendidikan yang layak karena situasi pendidikan di Indonesia, dan masih  banyak masalah karena berbagai faktor.

Status pendidikan  Indonesia dibuktikan dalam studi World Development Report 2007 Bank Dunia tentang kualitas pendidikan di beberapa negara, dengan Indonesia menempati peringkat ke-39 dari 41 negara.

Menurut Student Proficiency Survey yang dirilis oleh International Student Assessment Program (PISA) di Paris pada Desember 2019, Indonesia menduduki peringkat ke-72 dari 77 negara.

Mereka berada di enam baris terakhir namun kalah dari negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Berdasarkan data tersebut, pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lain. Beberapa faktor menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.

 Pertama, kurangnya pemerataan pendidikan di seluruh  Indonesia.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara kepulauan  dari segala penjuru hingga Merauke, namun kualitas pendidikan tidak merata di setiap wilayah Indonesia, dan kesempatan  pendidikan  di beberapa wilayah masih terbatas. Menurut Neela Tanzil (2016: 105), kemampuan membaca siswa kelas 4  di Attambua, Indonesia bagian timur, sebanding dengan siswa kelas 3  di Jakarta.

SD di daerah ini seperti taman kanak-kanak. Keterlambatan ini dapat mengakibatkan ketimpangan kualitas sumber daya manusia di seluruh wilayah Indonesia.

 Kedua, kondisi untuk mendukung kegiatan pendidikan buruk.

Lingkungan yang sesuai menumbuhkan suasana yang mendukung, mempromosikan dan mendukung pendidikan dan pembelajaran.

Namun, tidak semua sekolah  di Indonesia memiliki fasilitas yang memadai.

Banyak sekolah memiliki buku pelajaran yang  tidak lengkap atau ruang kelas yang tidak memadai. Menurut Kementerian Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan (2003), ada 146.052 lembaga pendidikan di sekolah dasar, 25.918.898 siswa dan 865.258 ruang kelas.

 Dari total ruang kelas, 364.440 (42,12) dalam kondisi baik, 299.581 (34,62%) rusak ringan dan  201.237 (23,26%) rusak berat. Hal ini tentu saja dapat mengganggu proses belajar mengajar.

 Ketiga, kualitas guru rendah.

Guru atau guru ini memberikan kontribusi penting terhadap kualitas pendidikan yang ada karena merekalah yang memperkenalkan kepada siswa pengetahuan yang mereka berikan.

 Namun, banyak dari guru ini  terpaksa mengajar atau dipaksa mengajar di bidang lain karena kekurangan tenaga di satu bidang atau bidang lain untuk menjadi guru.

Proporsi guru berdasarkan hak mengajar, 2002-2003 Institusi pendidikan yang berbeda, yaitu  SD  21,07% (negeri) dan 28,94% (swasta) dan sekolah menengah tidak lengkap dengan hak mengajar 54,12% (negeri) dan 60,99% (swasta),  SMA 65,29% (Negara) dan 64,73% (Swasta) dan untuk SMC berhak mengajar 55,49% (Negara) dan 58,26% (Swasta).

Hal ini tentunya akan menghambat kemajuan pendidikan karena kualitas guru yang tidak maksimal.

 Pendidikan penting untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan  memajukan pembangunan nasional, sebagaimana diuraikan di atas.

Pendidikan yang berkualitas juga akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Memberikan hak atas pendidikan kepada masyarakat merupakan salah satu kewajiban  negara.

Sayangnya, lingkungan pendidikan di Indonesia belum berkembang secara signifikan untuk  memberikan pendidikan yang berkualitas kepada warganya.

Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah kurangnya pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, buruknya kualitas dukungan pendidikan dan buruknya kualitas guru.

Namun demikian, kualitas pendidikan  Indonesia akan terus meningkat dan  sumber daya manusia akan lebih ditingkatkan dari sebelumnya dengan peran serta pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama dalam memperbaiki kondisi pendidikan di Indonesia.