Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pendidikan di Indonesia?

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pendidikan di Indonesia?Bagaimana sistem pendidikan di Indonesia? 

Indonesia saat ini sedang menerapkan sistem pendidikan nasional. Sistem tersebut harus dilaksanakan pada semua jenjang, sarana, dan jenis pendidikan.

Salah satu program pendidikan terbaru di tanah air adalah “wajib belajar 12 tahun”: 6 tahun sekolah dasar (SD), 3 tahun sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Ada tiga lembaga pemerintah yang mengawasi sekolah.

Pertama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk pendidikan menengah dan dasar.

Kedua, ada Kementerian  Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi. Ketiga, Kementerian Agama di semua level agama.

Sistem Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan kepribadian yang positif, memberikan pengetahuan akademik, dan mengembangkan keterampilan siswa sejak usia dini.

Di Jepang, beberapa sistem diterapkan, seperti:

1.1. Sistem pendidikan terbuka

Sistem pendidikan ini mendorong siswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi dan kemampuan bekerja sama dengan teman sekelas.

Dalam sistem terbuka, siswa menjadi fokus program pendidikan dan pembelajaran.

Peserta didik secara mandiri  bertanggung jawab dan dilatih untuk memimpin dalam mengelola proses pembelajaran.

Siswa wajib mengukur kinerja yang diinginkan dan dibutuhkan.

Siswa kemudian dapat memilih materi, lokasi, waktu, dan metode pembelajaran aktif dan mandiri.

2. Sistem pendidikan yang beragam

Ada banyak bahasa dan budaya yang berbeda di negara ini.

Oleh karena itu, dibuatlah sistem pendidikan yang dapat beradaptasi dengan kekayaan negara.

Anda dapat memilih dari tingkat formal, informal, dan informal.

3. Sistem pendidikan berbasis nilai

Sistem pendidikan  ini telah diperkenalkan sejak sekolah dasar.

Siswa menerima pendidikan kepribadian seperti disiplin, tanggung jawab, toleransi dan integritas.

Anda dapat menemukan pelajaran tentang nilai karakter Anda di kelas sipil, termasuk sekolah menengah dan sekolah menengah pertama.

4. Sistem pendidikan  efisien dalam manajemen waktu

Dalam Kegiatan Pendidikan dan Pembelajaran (KBM), perhatian diberikan pada manajemen waktu agar siswa tidak merasa terbebani dengan materi yang disampaikan.

Selain itu, pengambilan material lebih efektif dan efisien karena waktu yang diberikan tidak terlalu singkat atau terlalu lama. Siswa akan lebih bersemangat dalam belajar.

5. Sistem pendidikan abadi

Indonesia selalu dinamis dan alias berubah dari waktu ke waktu.

Anda membutuhkan kurikulum yang sesuai dengan setiap situasi dan situasi. Salah satu kurikulum yang lahir dari perkembangan zaman adalah kurikulum 2013.

Kurikulum ini menyempurnakan dan merevisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dari tahun 2006.

Perubahan kurikulum ditujukan untuk meningkatkan evaluasi pendidikan di samping keseimbangan pendidikan modern. Staf dan infrastruktur.

Kelebihan Pendidikan  Indonesia

1. Biaya kuliah terjangkau

Pelajar di negeri ini tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membiayai lembaga pendidikan. Negara sudah membayar biaya ini.

 Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, anggaran negara (APBN) yang dialokasikan untuk pendidikan hingga 20 persen.

Jumlah tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah untuk mewujudkan visi negara “mencerdaskan negara”.

Misalnya, total anggaran 4.444 Indonesia pada 2018 adalah Rp 2.200 triliun.

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan sekitar 444,131 triliun rupiah untuk pendidikan rakyat dalam APBN 2018. 

Persentase 4.444 20% tersebut sebenarnya tercantum dalam Lampiran XIX Perpres Tahun Anggaran 2018. Anggaran tersebut dibagi menjadi tiga alokasi.

Yakni Rp 15 triliun dari pendanaan, 279.450 rupee dari dana desa atau relokasi daerah, dan 159.680 rupee dari belanja pemerintah pusat.

Biaya Operasional Sekolah (BOS)  tidak memungkinkan sekolah untuk memungut biaya dari wali sah siswa.

Jika pemerintah masih kekurangan dana yang tersedia untuk sekolah, hanya komite sekolah yang berhak menuntut kekurangan dana dari wali yang sah.

2. Sistem Transparan

Dalam sistem pendidikan Indonesia, sistem tersebut kini dikelola secara transparan.

Hal ini memungkinkan orang tua untuk dengan mudah dan jelas memantau proses pembelajaran.

Orang tua siswa juga dapat berpartisipasi dalam pengembangan kecerdasan dan keterampilan mereka sendiri berdasarkan proses pembelajaran di sekolah.

3. Kurikulum dibuat dan dialami oleh para profesional

Sebelumnya, kurikulum hanya dibuat oleh para profesional.

Namun, sejak kurikulum 2013, guru juga dapat dilibatkan dalam pengembangan kurikulum sebagai praktisi.

Selain itu, karena guru adalah siswa on-the-spot, mereka dituntut untuk mengetahui materi yang diperlukan dan menggali bakat siswa mereka.

4. Lebih mudah untuk memperhitungkan penerimaan akun untuk penelitian

Pemerintah saat ini sedang berupaya untuk mengurangi disparitas regional.

Istilah “daerah terpencil” tidak ada lagi.

Pemerintah pusat dan daerah mendukung masing-masing sekolah.

Tak perlu dikatakan bahwa sistem zonasi baru memberlakukan kewajiban dan hak yang sama pada semua sekolah umum.

Tidak ada lagi yang disebut “sekolah favorit”.

 Di masa lalu, siswa bersekolah di sekolah yang dianggap unggul di  masyarakat.

Sistem zonasi yang baru-baru ini diperkenalkan hanya menerima siswa berdasarkan wilayah dan usia.

Ke-siswa tersebut juga tidak harus memenuhi syarat minimal untuk menyelesaikan TK.

Sistem pendidikan ini memungkinkan semua siswa yang terdaftar untuk belajar di dekat rumah mereka.

 Kekurangan sistem pendidikan  Indonesia

1. Distribusi lembaga pendidikan yang tidak merata

 Masih banyak daerah terpencil yang belum tersentuh oleh lembaga pendidikan. Anak sekolah dan guru kekurangan fasilitas dan ruang sekolah. Selain itu, perpustakaan  belum merambah ke banyak daerah.

2. Guru yang tidak setara

 Masalahnya bukan jumlah guru, tapi distribusinya. Sebagian besar guru  bekerja di daerah perkotaan. Di sisi lain, ada kekurangan guru yang berkualitas di daerah-daerah yang masih “macet”.

3. Kurikulumnya masih teori

 Sejak awal, kurikulum Indonesia hanya didasarkan pada teori. Ketika siswa menyelesaikan pendidikan mereka, tidak  banyak  yang bisa mereka lakukan. Masih banyak sekolah yang jarang menawarkan magang atau  soft skill kepada siswanya.